Ramadhona,C.1994.

"Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri" - J.K. Rowling

Latest Posts



Salah satu kebahagiaan yang harus ku syukuri
Mempunyai orangtua hebat seperti Bapak

Sosok yang begitu pekerja keras
Sosok yang begitu menyayangi anak-anak perempuannya
Sosok yang sangat luar biasa

Aku sangat senang ketika kecil sering dibacakan dongeng
Bapak juga yang mengajariku mengerti Matematika
Bapak juga tempatku bercerita tentang berbagai masalah pelik di Indonesia
Bapak memberitahu apa yang tidak aku tahu
Bapak juga yang selalu memberi support
Terlebih lagi Bapak-lah yang mencukupi kebutuhan finanansialku hingga saat ini

Bapak...
Engkau pasti tahu
Kelak akan ada sosok laki-laki yang menggantikanmu disisiku
Kelak kau akan cemburu melihatku dengannya
Dan aku sangat sedih jika membayangkannya

Terkadang dalam diammu yang dulu tak ku mengerti
Sekarang aku sadar
Ternyata kau begitu peduli

Kau yang membuatku mengerti akan hidup
Kau yang membuatku ingin terus berjuang mencapai SUKSES
Dan kau adalah salah satu alasanku mengapa aku tetap BERTAHAN

Takkan ada yang bisa menggantikan sosokmu Pak
Aku adalah anak yang akan terus mencoba membanggakanmu
Aku adalah anak yang akan menjadi ladang pahalamu
Doakan terus anakmu ini Pak
Agar bisa berguna di dunia dan akhirat
Aamiin

I Love You, Super Daddy...
I am nothing without you
Thanks for your support
Thanks for all you give for me
More than words
You are My Super Hero









Januari, Jumat 30/1/2015


Kupenuhi janjiku untuk Menulis
Wajibat yang mesti aku lakukan setiap bulan
Walau hanya sekali
Semoga menjadi hal yang baik untuk dijadikan kebiasaan

Bulan pertama di tahun ini sudah di penghujung
Syukurku kepada Allah karena sudah diingatkan melaksanakan wajibat ini

Januari ini aku telah menyudahi dua buku
Buku yang sangat inspiratif
Ketika cinta bertasbih 1-2 dan Api Tauhid
Aku begitu mengagumi sosok dan karakter-karakter yang ada didalamnya
Sampai aku berandai-andai ingin menjadi mereka

Dalam Ketika Cinta Bertasbih,
Sosok Khairul Azzam yang berperan sebagai ikhwan muslim yang tangguh
Sosok pekerja keras, tegas, dan mencintai keluarganya
Sosok yang begitu mencintai Allah dan Rasul-Nya

Sosok Anna Althafunissa yang berperan sebagai muslimah cantik nan solehah
Yang berprestasi dan dicintai kalangannya
Yang cerdas dan pandai berkata-kata

Sosok Ayatul Husna yang berperan sebagai muslimah yang menarik
Menarik karena karya-karya cerpennya
Merupakan sosok tegas dan juga pandai berkata-kata
Begitu baik kepada keluarganya

Dalam Api Tauhid,
Sosok Baidduzaman Said Nursi merupakan sosok ulama muda yang begitu luar biasa
Ingatannya yang kuat mampu menyihir siapa saja
Sosok yang begitu mencintai Ilmu dan Pengetahuan
Sosok yang begitu haus akan ilmu Tauhid
Sosok yang berani dan tak pernah takut kepada manusia
Sosok yang sangat dikagumi oleh siapapun yang menganal sejarahnya

Sosok Fahmi merupakan sosok ikhwan yang sholeh
Yang sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya
Yang begitu mencintai ulama
Yang sangat kuat keinginannya

Aku ingin sekali menceritakan bab per babnya
Tetapi keterbatasanku menjadi penghalang
Aku bukan orang yang pandai berkata-kata
Aku hanyalah seorang pengagum
Sehingga aku mampukan sedikit untuk meceritakan karakter mereka
Karakter yang mungkin saja dimiliki sedikit atau banyak oleh muslim dan muslimah

Tetapi sebaik-baik manusia tetaplah Rasulullah manusia yang mulia
Sosok yang begitu aku rindukan, Sungguh...
Aku tak kuasa menahan haru membaca kisah-kisah beliau
Alangkah sangat baiknya Rasulullah itu
Suri tauladannya luar biasa
Sungguh aku sangat mencintai Rasulullah

Keberadaan Rasulullah yang mulia tak lain dan tak bukan dari Allah SWT
Tuhan pemilik segala sifat agung
Tuhan yang menciptakan segala seisi dunia ini dengan begitu hebatnya
Akal pikiran kita tak akan mampu menembusnya
Kuasa Allah begitu luar biasa
Maha Besar Allah Sang Pencipta

Kuungkapkan syukur kepada Allah untuk tulisan pertama di tahun ini
Semoga Allah senantiasa memberi kemudahan dan mencurahkan rahmat-Nya
Yang semoga Allah menjadikan diriku sebagai ‘sosok’ yang bermanfaat



23 Sept 2013
Pagi yang cerah
untuk mimpi yang indah
ku bangun dari tidurku
matahari indah menyapaku
Terima kasih Tuhan untuk hidup yang Engkau berikan pagi ini
semoga masih ku nikmati nafas ini hingga malam nanti dan esok hari.........


            Bella beranjak dari tidurnya. Buku yang berserakan di kasur dan lantai tak dihiraukannya. Jam menunjukkan pukul 05.30 WIB. Bella menuju kamar mandi mengambil wudhu untuk mengerjakan sholat Subuh. Hari Sabtu adalah hari weekend, Bella sengaja bangun pagi karena ada janji sama ayahnya mau jogging di kompleks rumah.
“Bella, udah siap belum? Ayah tunggu di teras ya!” teriak Ayah Yasmin dari lantai bawah.
“iya yah bentar lagi, Bella beres-beres kamar dulu” jawab Bella

            Bella adalah anak tunggal. Dia hidup di keluarga yang cukup berada. Ayah dan Ibunya adalah pegawai perusahaan ternama di Jakarta. Sudah barang tentu orangtua Bella tidak banyak menghabiskan waktu di rumah, sehingga Bella sering merasakan sepi. Bella sengaja membuat janji dengan ayahnya, agar dia mempunyai sedikit waktu untuk bercerita dengan ayahnya.
“ayo yah kita capcuss, buk kami jogging dulu ya” ucap Bela sambil menyalami ibunya.
“iya hati-hati ya sayang” jawab ibu Bella yang berada didekat pintu.
**
            Disepanjang perjalanan jogging, ayah dan Bella bercanda tiada henti, seolah-olah jiwa disekeliling mereka larut dalam canda kedua anak manusia tersebut  Bella sudah lama tidak merasakan kebahagiaan ini sebelumnya.
“Ayaah, udah lama ya kita gak jogging kayak gini, Bella kangen” ucap Bella agak malu-malu.
“Iya ayah juga kangen nak, maaf ya ayah terlalu sibuk jadi gak banyak waktu buat Bella” jawab ayah.
“iya yah gakpapa, Bella ngerti kok” ucap Bella sambil tersenyum
            Bella dan Ayah istirahat sejenak di taman kompleks, mereka melihat ada tukang bubur ayam di samping tempat mereka beristirahat, lalu ayah memesan dua mangkuk bubur kepada si penjual. Bella daritadi memasati ayahnya dari samping, rambut ayahnya terlihat memutih, matanya tampak lesu, tidak terlihat lagi kewibawaan dari dalam dirinya, mungkin beliau terlalu capek bekerja atau memang usianya yang sudah mendekati lanjut, jadi sudah terlihat banyak perubahan dalam dirinya. Bella menundukkan kepala, ia hanya merenungi apa yang dilihatnya.
“bubur ayamnya enak ya yah hehe” ujar Bella sambil tertawa kecil
“iya enak nak, udah lama juga gak makan bubur ayam” jawab Ayah
            Bella sangat bahagia bisa melihat senyum yang terukir di wajah ayahnya. Dia menyadari jika dia sudah dewasa sekarang, dia tidak berhak lagi untuk bermanja-manja dengan ayahnya. Bella sudah cukup kuat berdiri sendiri tanpa bantuan orangtuanya.
“ayah, Bella mau kerja boleh nggak?” ujar Bella agak sedikit takut
“kerja? kamu gak mau kuliah nak?” jawab Ayah agak sedikit terkejut
“iya yah Bella mau kuliah tapi mau pake uang Bella sendiri, makanya Bella mau kerja, lagian Bella udah gede, udah bisa mandiri” ucap Bella sambil berharap Ayahnya mengizinkannya
“Ya tapi.....” jawab ayah ragu-ragu
“tenang aja yah, Bella akan baik-baik aja kok” ucap Bella sambil tersenyum simpul.
            Bella menyadari pemikirannya sudah cukup dewasa tentang kehidupan, dengan melihat kerja keras kedua orang tuanya, melihat fisik yang sudah tidak lagi muda, Bella berjanji suatu saat akan membanggakan kedua orangtuanya dengan cara Bella sendiri.
**
            “Buk, yah hari ini perpisahan sekolah Bella ntar dateng ya, awas kalo gak dateng” ucap Bella sambil merapikan pakaian kebayanya.
“Waduh anak ibu cantik banget, Iya insyaallah ibu dan ayah dateng kok” ucap ibuk sambil merapikan dasi ayah.
“Oke, Bella pergi dulu ya buk yah, assalamualaikkum” ucap Bella sambil bersalaman dengan kedua orang tuanya.
            Akhirnya Bella sudah sampai di sekolah, tenda yang besar di lapangan basket depan sekolah menyudutkan perhatiannya. Dekorasi yang dipenuhi kupu-kupu kertas membuatnya semakin deg-degan untuk tampil disana.
“Hey Bell, gimana persiapan puisnya? Semoga sukses ya, doa kami menyertaimu. Buat bangga sekolah ini dengan prestasimu” ucap teman-teman Bella yang menemui Bella di ruangan kelas.
“Iya aku siap kok, makasih ya teman-teman buat doanya” ucap Bella sambil tersenyum.
            Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 11.00 WIB, lapangan basket yang berubah jadi tenda besar dan kursi-kursi yang disediakan orangtua murid telah penuh. Bella melambaikan tangan kepada ibu dan ayahny yang berada di kursi kedua dari depan.
“Bella cantik banget ya yah” ucap ibu Bella kepada ayah.
“Iya buk, siapa dulu dong anak ayah heheh” ujar ayah sambil tertawa kecil.
            Master of ceremonytelah membuka acara perpisahan itu dengan khidmat. Adik-adik tingkat Bella telah menampilkan berbagai kreatifitas mulai dari menyanyi dan menari. Dan untuk penampilan terakhir Bella tegak di panggung yang berada di depan tenda besar, membacakan puisi dengan nuraninya
Aku mungkin seorang anak manja dalam pemikiran sebagian orang
Aku mungkin seorang anak perempuan yang tak lebih dari anak yang tergantung dengan kehidupan orang tua
Tapi aku tetap aku
Yang akan mencoba keluar dari kotak kecil keluargaku
Hidup sebagaimana orang bilang
Hidup ini keras, Hidup ini tak semudah membolak-balikkan telapak tangan
Tapi ku berjanji
Akan ku genggam dunia ini bersama kalian
Teman-temanku seperjuangan
Riuk pikuk tepuk tangan membanjiri tenda besar itu, berbagai pujian dari penjuru tenda pun riuh. Bella tersenyum simpul, dia tak menyangka akan setenang itu membaca puisi dan disambut dengan penuh keriuhan.
“yah, ibuk bangga banget sama Bella, ibuk gak nyangka dia bisa baca puisi seindah itu” ucap ibu Bella terharu.
“Iya, ayah juga bangga buk, putri ayah ternyata bisa membahagiakan semua orang dengan puisinya” ucap ayah Bella juga terharu.
            Bella memeluk kedua orang tuanya, tangispun tak mampu dibendungnya. Ayah dan Ibu mengecup kening Bella.
“Makasih ibu ayah udah membesarkan Bella dengan penuh kasih sayang, izinkan Bella membahagiakan ibu dan ayah dengan cara Bella sendiri. Bella akan jadi anak yang lebih membanggakan dari ini, doain Bella terus ya buk yah” ucap Bella sambil menahan tangisnya.

Jilbabku
terimakasih telah menjagaku
dari tingkah dan lisan yang malu
Jilbabku
terimakasih telah melindungiku
dari pandangan mata-mata yang garu

Tak terasa sudah hampir setahun ini Putri memakai jilbab. Ia sangat bangga mengenakan jilbab ini karena banyak perubahan yang dialaminya selama memakai jilbab. Putri yang telah beranjak semester 3ini sangat bersyukur karena didekatkan pada teman-teman yang insyaallah shalehah dan baik hati. Teman-teman Putri lah yang telah mengantarkan Putri menjadi sosok yang begitu anggun seperti sekarang.
Putri hampir menitikkan air mata saat menulis di diary-nya, ia sangat bersyukur pada Tuhan yang telah menegurnya saat dunia sudah semakin terpuruk dengan gemerlap huru-hara.
“Putri ada yang mencarimu nak, ayo cepat turun” teriak mama Putri dari lantai bawah.
Putri bergegas megusap air matanya dengan tissue, ia segera menuruni tangga dan menyapa mamanya,
“siapa ma? Febi ya?” tanya Putri.
“Bukan nak, coba liat aja dia nunggu depan teras, mama mau buat minum dulu” jawab mama Putri.
Putri segera membuka pintu dan ia terkejut melihat sosok yang duduk di bangku teras rumahnya.
“Kak Dany? Nga..ngapain kakak kesini?” ucap Putri dengan nada suara terbata-bata.
Dany adalah mantan pacar Putri sekaligus kakak tingkat Putri waktu di SMA. Putri sangat shock dengan kehadiran Dany kerumahnya. Putri tidak menyangka Dany masih mengingatnya padahal mereka telah berpisah 2 tahun yang lalu. Mereka memang pernah berpacaran tapi dulu waktu SMA waktu Putri belum memakai jilbab.
“Maaf put, kakak gak bilang lagi mau kesini, kakak mau ngomong sesuatu yang penting sama Putri.” ucap Dany yang telah beranjak dari bangkunya menghampiri Putri yang berdiri di depan pintu.
Putri menundukkan pandangannya, ia tahu kalau lelaki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh berpandangan mata. Putri yang memakai jilbab pink panjang yang menutupi dadanya dan memakai gamis panjang berwarna coklat terlihat begitu anggun dan sempat menyita perhatian Dany.
“Put, kamu tambah cantik, sejak kapan kamu pakai jilbab?” ucap Dany sambil melihat Putri terkesima.
Putri yang terlihat gugup segera duduk di bangku depan teras rumahnya, ia tidak mau Dany terlalu lama menatapnya.
“Maaf kak, memang apa lagi yang perlu dibicarakan, kita sekarang kan gak ada hubungan apa-apa lagi? Iya Putri udah setahun yang lalu pake jilbab” ucap Putri merangkum semua pertanyaan Dany yang disodorkannya tadi.
“hmmm... kakak mau bilang, sebenarnya apa yang menjadi alasan Putri memutuskan hubungan kita, kakak merasa gak pernah sama sekali menyakiti hati Putri, jujur kakak begitu kehilangan kamu Put, kamu....” ucap Dany yang memotong ucapannya karna kehadiran mama Putri yang mengantarkan minuman.
“ehh maaf ya ibu ganggu, ini di minum sirupnya” ucap mama Putri sambil menyodorkan minuman di atas meja.
“Put, kenapa gak ngobrol di dalam aja, diluar panas loh kasian teman kamu” ucap mama Putri sambil melihat ke arah Putri.
Dany beranjak dari bangkunya dan menyalami tangan mama Putri,
“gak usah tante, Dany juga gak lama kok ngobrol sama Putri” jawab Dany sambil tersenyum.
“ohh yaudah, diminum ya sirupnya” ucap mama Putri.
“iya tante, maaf ngrepotin sebelumnya” jawab Dany.
Mama Putri meninggalkan teras dan masuk lagi ke dalam rumah. Putri masih kelihatan gugup daritadi, ia mencoba membuka pembicaraan.
“Maaf kak, Putri harap kakak gak akan pernah lagi mengunjungi Putri, dalam agama kita kan sudah diajarkan kita gak boleh mendekati zina dan pacaran itu adalah hal yang mendekati zina” jawab Putri dengan mata berkaca-kaca.
“Tapi put, kakak kan gak pernah sama sekali menyentuh apalagi memegang Putri, itu sangat kakak jaga put” ucap Dany meyakinkan Putri.
“Sudah kak, cukup. Putri harap kakak ngerti, dan Putri juga berharap silaturahmi kita tetap terjaga tanpa harus berpacaran” jawab Putri.
“Oke kalo Putri maunya gitu, kakak permisi. assalamualaikum” ucap Dany sambil beranjak dari bangku dan meninggalkan Putri dengan mata berkaca-kaca.

Putri hanya terdiam. Pipinya basah. Ia tidak menyangka perkataannya menyakiti hati Dany. Ia beranjak masuk kedalam rumah dan berlari menuju kamarnya. Mama Putri menghampiri Putri dan memeluknya.
“Ma, Putri gak salah kan ngomong kayak gitu dengan kak Dany, pacaran itu emang gak dibolehin kan ma?” ucap Putri dengan tangis yang tesedu-sedu.
“Iya sayang, Putri gak salah kok, mungkin Dany hanya belum bisa menerima keadaan. Dan sekarang Putri gak usah mikir yang nggak-nggak lagi ya, Putri harus melangkah, masa depan Putri masih panjang” ucap Mama Putri menenangkan hati Putri.
“Iya ma, Putri gak sedih lagi kok, mama benar masa depan Putri masih panjang, masih banyak yang harus Putri perbuat,  makasih ya ma” jawab Putri mengusap air matanya dan memeluk mamanya erat.

kita sudah sama-sama dewasa
dan sudah punya jalan hidup masing-masing
jodoh sudah Tuhan yang tentukan
dengan pertemuan yang akan berujung indah

21 April 2014. Ramai orang-orang di sosial media mengungkapkan Selamat Hari Kartini. Termasuk saya sendiri mengucapkan “Selamat Hari Kartini. Teruslah berkarya wanita Indonesia.” Tradisi dari tahun ke tahun hampir di berbagai sekolah maupun lembaga negara maupun swasta ikut merayakan Hari Kartini. Baju kebaya dengan bawahan kain khas daerah menjadi pakaian wajib dalam perayaan Kartini dan terkadang dijadikan sebagai ajang lomba busana. Tapi apakah mereka tahu apa makna dari Hari Kartini yang dapat kita ambil dari penulis buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” itu?
            Sebelum membahas hal itu, ada baiknya kita menganal sosok Kartini terlebih dahulu. Raden Ajeng Kartini yang biasa dikenal R.A Kartini lahir di Jawa Tengah, 21 April 1889. Beliau adalah sosok Putri Kebanggaan bangsa Indonesia. Beliaulah yang melahirkan teriakan “emansipasi wanita.” Wanita dalam sudut pandang beliau bukanlah wanita yang hanya masak di dapur, mengurus anak, dan bersolek tetapi wanita juga berhak belajar dan mendapatkan pendidikan tinggi yang setara dengan kaum laki-laki pada umumnya.
            Berkat perjuangan beliaulah, Indonesia semakin banyak melahirkan generasi kartini-kartini yang berintegritas. Wanita yang berbakat dalam bidang pendidikan, politik, seni, kesehatan dan sebagainya. Termasuk wanita muslimah yang mendakwahkan dirinya dalam kegiatan-kegiatan sosial dan pendidikan. Wanita muslimah adalah generasi kartini yang berakhlak dan berkarakter. Wanita yang akan melahirkan generasi-generasi Robbani. Generasi yang mendahulukan kepentingan Tuhan dan Agama di atas apapun. Wanita yang selalu menyuarakan ayat-ayat ALLAH ketika mereka berada dalam masyarakat.

            Harum Kartini bagi Wanita Muslimah adalah pemicu semangat wanita muslimah untuk terus bekembang dan berkarya. Wanita muslimah terkenal kuat dan berpendirian teguh, yang tegas dan berintegritas. Wanita muslimah selalu menebarkan keharuman bagi siapa saja yang berdakwah. Tidak hanya harum di dunia tetapi juga di akhirat. Sebagai wanita muslimah yang sejati, Semoga hati kita terus dipenuhi ketaatan dan ketakutan kepada Allah SWT, yang selalu mendahulukan kepentingan orang lain, yang terus menyebarkan kebaikan dimanapun berada, dan senantiasa menjadi wanita yang sholehah. Aamiin ya robbal alamin
3 Sept 2013 
Feny dan Bilda adalah sahabat yang sangat dekat  Mereka sekarang duduk di kelas 2 di sekolah yang sama yaitu SMA Harapan. Mereka selalu berdua dimanapun tempatnya. Feny seorang gadis yang cantik, tinggi, putih, rambut panjang dan mempunyai lesung pipi. Dia aktif dalam kegiatan OSIS dan termasuk cewe populer di sekolahnya. Sedangkan Bilda adalah seorang gadis yang tomboi, manis, putih, rambut pendek seperti cowo, dan jago main basket. Feny dan Bilda sering disebut saudara kembar, karena mereka selalu berdua dan tak pernah terpisah. Di kantin, saat makan mereka sering suap-suapan dan saat berjalan mereka sering bergandengan bahu. Anak-anak satu sekolah pernah membully mereka dengan sebutan LESBY karena ya gitu, mereka selalu berdua.
**
Di kelas II A pelajaran Fisika sedang berlangsung. Feny dan Bilda yang duduk di bangku nomor dua barisan ketiga sebelah pintu saling cekikikan. Pak Lukman yang tiba-tiba mendengar keributan langsung menegur Feny dan Bilda. “eHmm.. Feny Bilda apa yang kalian tertawakan? Kalian tidak memperhatikan Bapak berbicara ya daritadi?” ucap Pak Lukman membentak. Feny dan Bilda hanya terdiam. Teman-teman menatap mereka sinis. “Tuh rasain lo, makanya kalau duduk dipisah, jangan beduaan mulu” ledek Yayan dari belakang. “huh.. kenapa lo gak suka? cemburu ya gue beduaan terus sama Feny” jawab Bilda membalas ngeledek Yayan. Feny hanya tersenyum melihat Bilda dan Yayan sibuk sendiri.
**
“Tooottttt.....” suara bel jam istirahat berbunyi.
Feny dan Bilda langsung menuju kantin. Mereka duduk berhadapan. Bilda berdiri menuju tempat memesan makanan.
“Fen lo mau mesen apa, nanti gue pesenin” tanya Bilda.
“Serah lo deh Bil, kan selera kita sama” jawab Feny sambil mengotak-ngatik hp-nya.
“Oke, mie ayam mau?” tanya Bilda lagi. “Iya terserah” jawab Feny
Bilda duduk kembali di hadapan Feny. Mereka saling bercengkrama sesambil menunggu makanan mereka datang. Sesekali Bilda memegang rambut Feny. Feny yang sangat asyik bercerita tak terlalu memperdulikan Bilda yang memegang rambutnya. Dia menganggap itu hal biasa. Sesekali juga, Bilda mendekatkan tangannya ke Feny, tetapi Feny terlalu lincah karena tangannya selalu bergerak kesana kemari saat bercerita. Pesanan pun datang, mereka sangat menikmatinya dan sesekali mereka bersuapan. Semua anak kantin tak aneh lagi melihat kelakuan mereka berdua. Mereka hanya tersenyum meledek saat melihat Feny dan Bilda bersuapan.
“Fen, ntar sore gue ada pertandingan basket nih di SMA Mandiri, lo dateng ya” ucap Bilda sambil tersenyum kepada Feny.
“Hahh... sore ini Bil? Gue udah janji mau nemenin Ardha nge-band, gimana dong?” jawab Feny agak sedikit terkejut.
“iya sore ini, tapi ya kalo memang gak bisa dateng yaudah. Tapi gue harap lo bisa!” jawab Bilda dengan suara rendah.
Feny bingung bukan kepalang, apakah dia harus memilih Bilda atau Ardha. Dia hanya menunduk seperti orang melakukan kesalahan. Suara bel masuk sudah berbunyi. Bilda mengajak Feny masuk ke kelas.
**
Ardha adalah pacarnya Feny yang seorang Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Jakarta. Ardha dan Feny berpacaran hampir 3 tahun yaitu sejak Feny kelas 2 SMP dan Ardha kelas 1 SMA. Mereka selalu kompak dan jarang banget berantem. Ardha adalah tipe cowo yang romantis, perhatian, dan tampan. Teman-teman mereka menjuluki mereka Romeo dan Juliet. Pulang pergi sekolah Feny selalu dianterin Ardha.
Bilda tahu kalau Feny dan Ardha berpacaran karena Feny sering cerita. Bilda sering menampakkan muka cemberut setiap melihat Feny dan Ardha sedang berpacaran. Tetapi Feny tidak terlalu menanggapinya, malah dia menganggapnya lucu saat melihat Bilda sedang cemberut.
**
“mana nih Feny kok belum dateng, mana bentar lagi pertandingannya dimulai” ucap Bilda dengan nada cemas. Bilda yang memakai baju kaos olahraga grup basket warna merah pendek dan rambut yang dikucir membuat sifat tomboinya makin terlihat. Sesekali dia mengusap keringat di kening dan lehernya saat pemanasan. “Prriiiiiiiiiiit....” suara pluit berbunyi menandakan pertandingan akan dimulai. Bilda tampak tidak bersemangat. Sesekali dia melihat kearah penonton dan dia tidak sama sekali melihat Feny. Skor berakhir dengan 52-55. SMA Mandiri menang. Suara riuh penonton memenuhi area lapangan. Grup SMA Harapan kalah. Semuanya tampak lesu tak terkecuali Bilda.
“Ardha, ayo temenin aku sebentar ke SMA Mandiri, hari ini Bilda tanding Basket” pinta Feny kepada Ardha.
“Okee, let’s go sayang” jawab Ardha.
Feny tiba di lapangan SMA Mandiri. Lapangan tersebut tampak sepi. Jam memang telah menunjukan jam 17.00 WIB sedangkan pertandingan basket dimulai pukul 15.00 WIB. Feny merasa sangat bersalah, dia memukul-mukuli dirinya sendiri. Ardha mencoba menenangkan Feny. Feny menelpon Bilda beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban. Feny menangis, ia tahu pasti Bilda marah kepadanya.
**
Seesok harinya disekolah, Feny menegur Bilda. “Bil.. maafin gue. Gue dateng kok kemaren sama Ardha ke tempat pertandingan lo, tapi pas gue liat udah sepi. maafin gue Bil” ucap Feny dengan nada hampir menangis. Anak-anak satu kelas melihat mereka heran. Bilda hanya diam dan memalingkan muka. Dia pindah tempat duduk ke bangku yang paling depan. Feny gak kuat menahan tangisnya. Kemudian dia mengusapnya saat bel masuk telah berbunyi.
“Gue gak marah fen, gue gak pernah bisa marah sama lo. Gue sayang sama lo” ucap Bilda dalam hati. Selama perjalanan berlangsung, Bilda terus menunduk dan membolak balik buku, mencoret-coret bukunya tidak karuan. Kebetulan Guru Kimia kelas mereka tidak datang, jadi para siswa hanya disuruh mengerjakan tugas. Di salah satu buku tulis Bilda, Bilda menggambar sebuah gambar dua orang cewe yang saling berpegangan tangan di sebuah taman dan dibawahnya tertulis B&F. Teman disebelah Bilda yang tak sengaja melihat Bilda menggambar, langsung menarik buku yang sedang digambar oleh Bilda.
“Wooy kawan-kawan liat nih gambar! Romantis banget tau nggak! mana ada tulisan B&F nya. Siapa lagi kalo bukan Bilda dan Feny! Bilda suka sama Feny woy. Bilda LESBY” teriak Oliv teman sebangku Bilda berlari kedepan kelas. Suara di kelas langsung riuh.Beberapa dari mereka menyoraki Bilda. Bilda terlihat panik, dia berlari ke arah Oliv lalu keluar kelas dan mengambil buku yang dipegang Oliv. “Huuuuuhhhh.... “ teriak anak-anak dalam kelas. Feny yang daritadi melihat kejadian di depan kelas tak dapat berbicara. Feny keluar menyusul Bilda.
**
Di halaman belakang sekolah, Feny menemukan Bilda duduk di kursi yang berada di bawah pohon. Feny duduk disebelah Bilda agak berjauhan. “Bil, yang tadi gak bener kan? F itu bukan gue kan?” tanya Feny dengan suara rendah menatap Bilda yang sedang menunduk.
“kalo bener kenapa? lo mau nyorakin gue juga” jawab Bilda dengan nada ketus. Feny terdiam sejenak. “tapi gak mungkin Bil, kita kan sahabat, kita sama-sama cewe gak mungkin lo bisa suka sama gue” jawab Feny. Bilda berdiri lalu menghadap Feny.
“Oke sekarang gue jujur, gue......... gue emang suka sama lo Fen! bukan suka lagi, tapi gue sayang sama lo! Gue gak tau kenapa bisa kayak gini, yang pasti setiap gue liat lo sama Ardha gue cemburu, gue kesel! Baru kali ini gue suka sama seseorang, dan gak tau kenapa gue sukanya sama lo Fen. Maafin gue...” ucap Bilda sambil menahan tangisnya dan memegang tangan Feny. Feny terdiam. Feny gak menyangka Bilda mempunyai perasaan itu kepadanya.
“Bilda, lo gila ya? kita cewe Bil. Kita sahabatan. Lo itu sudah gue anggap kakak gue sendiri. Beneran gue speechless denger lo bilang kayak tadi. Mulai sekarang gue gak mau kenal sama lo lagi.Gue benci sama lo. Gue benci..............” ucap Feny dengan terisak dan air mata yang mengalir di pipinya. Feny berlari menuju ke kelasnya dan meninggalkan Bilda sendirian.
“Feny........... maafin gue” teriak Bilda berharap Feny mendengar.
**
Sejak kejadian 2 bulan lalu, Feny dan Bilda tidak pernah lagi tampak berduaan. Feny sekarang berteman dengan Oliv dan Yayan sedangkan Bilda tampak selalu sendirian. Cinta membutakan hati Bilda. Semua yang dulu dekat dengannya sekarang menjauh darinya. Kabar Bilda menyukai Feny sudah terdengar di seluruh pelosok sekolah. Bilda sering dicemooh oleh teman-teman satu sekolahnya. Bilda stress. Dia memutuskan untuk pindah sekolah dan melupakan semua kenangannya bersama Feny di SMA Harapan ini
**




Ngomongin nikah tuh bawaannya mau senyum-senyum sendiri :D Ya gimana nggak? Hampir di semua sosmed bahasannya jodoh (heheh). Dan sekarang aku udah 20tahun, umur yang cukup muda sih untuk menikah, tapi belum siap deh walaupun katanya nikah muda itu baik. Soalnya nikah dalam pikiran aku itu harus orang yang pikirannya bener-bener dewasa, orang yang udah bekerja dan mapan, dan orang yang sudah punya pasangan. (Loh nikah kan memang harus berpasangan atuh teh -,-) Dan aku belum punya semua itu.
Kalo bahasan tentang nikah kayaknya mata-mata akhwat pada melek semua nih. Ya gimana nggak, dalam liqo (majelis) dan sosmed sering dibahas tentang jodoh, dimana kisah-kisah Rasulullah bersama istri-istrinya yang begitu romantis, yang kadang membuat kagum sekaligus haru dan sosok Rasulullah yang menjadi idaman oleh para akhwat serta Khadijah dan Aisyah yang menjadi panutan sebagai istri yang shalehah. Hmm, lengkap sudah kebahagiaan yang diidamkan. Hihihi
Beberapa bulan kemarin ada berita artis yang nikah dengan pernikahan nuansa Islami loh, huhhh itu tuh yang buat para akhwat seumuran aku jadi gak sabar pengen ketemu jodohnya juga dan menyegerakan menikah (eheem) heheheh
Yowesslah, pokoke intinya menikah itu ibadah. Banyak keuntungan dari menikah. Dan menikah itu menyempurnakan sebagian iman kita. Dan tetap berusaha untuk memeperbaiki diri demi menemukan jodoh yang terbaik. Sesuai janji Allah “Karena wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik”.

Terkhusus bagi muslimah jomblo (yang menunggu halal) jangan pernah sedih karena sendiri ya. Matahari aja sendiri tapi tetap bersinar. Tenanglah, pemilik tulang rusukmu alias pangeranmu akan datang membawa sejuta kebahagiaan dan kebaikan. Dan dia tak akan pernah tersasar untuk menemui tulang rusuknya yang hilang. Keep huznudzon J