Ramadhona,C.1994.

"Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri" - J.K. Rowling

Latest Posts

Maafkan aku mencintaimu... (cerpen pertamaku)

By 01.48

3 Sept 2013 
Feny dan Bilda adalah sahabat yang sangat dekat  Mereka sekarang duduk di kelas 2 di sekolah yang sama yaitu SMA Harapan. Mereka selalu berdua dimanapun tempatnya. Feny seorang gadis yang cantik, tinggi, putih, rambut panjang dan mempunyai lesung pipi. Dia aktif dalam kegiatan OSIS dan termasuk cewe populer di sekolahnya. Sedangkan Bilda adalah seorang gadis yang tomboi, manis, putih, rambut pendek seperti cowo, dan jago main basket. Feny dan Bilda sering disebut saudara kembar, karena mereka selalu berdua dan tak pernah terpisah. Di kantin, saat makan mereka sering suap-suapan dan saat berjalan mereka sering bergandengan bahu. Anak-anak satu sekolah pernah membully mereka dengan sebutan LESBY karena ya gitu, mereka selalu berdua.
**
Di kelas II A pelajaran Fisika sedang berlangsung. Feny dan Bilda yang duduk di bangku nomor dua barisan ketiga sebelah pintu saling cekikikan. Pak Lukman yang tiba-tiba mendengar keributan langsung menegur Feny dan Bilda. “eHmm.. Feny Bilda apa yang kalian tertawakan? Kalian tidak memperhatikan Bapak berbicara ya daritadi?” ucap Pak Lukman membentak. Feny dan Bilda hanya terdiam. Teman-teman menatap mereka sinis. “Tuh rasain lo, makanya kalau duduk dipisah, jangan beduaan mulu” ledek Yayan dari belakang. “huh.. kenapa lo gak suka? cemburu ya gue beduaan terus sama Feny” jawab Bilda membalas ngeledek Yayan. Feny hanya tersenyum melihat Bilda dan Yayan sibuk sendiri.
**
“Tooottttt.....” suara bel jam istirahat berbunyi.
Feny dan Bilda langsung menuju kantin. Mereka duduk berhadapan. Bilda berdiri menuju tempat memesan makanan.
“Fen lo mau mesen apa, nanti gue pesenin” tanya Bilda.
“Serah lo deh Bil, kan selera kita sama” jawab Feny sambil mengotak-ngatik hp-nya.
“Oke, mie ayam mau?” tanya Bilda lagi. “Iya terserah” jawab Feny
Bilda duduk kembali di hadapan Feny. Mereka saling bercengkrama sesambil menunggu makanan mereka datang. Sesekali Bilda memegang rambut Feny. Feny yang sangat asyik bercerita tak terlalu memperdulikan Bilda yang memegang rambutnya. Dia menganggap itu hal biasa. Sesekali juga, Bilda mendekatkan tangannya ke Feny, tetapi Feny terlalu lincah karena tangannya selalu bergerak kesana kemari saat bercerita. Pesanan pun datang, mereka sangat menikmatinya dan sesekali mereka bersuapan. Semua anak kantin tak aneh lagi melihat kelakuan mereka berdua. Mereka hanya tersenyum meledek saat melihat Feny dan Bilda bersuapan.
“Fen, ntar sore gue ada pertandingan basket nih di SMA Mandiri, lo dateng ya” ucap Bilda sambil tersenyum kepada Feny.
“Hahh... sore ini Bil? Gue udah janji mau nemenin Ardha nge-band, gimana dong?” jawab Feny agak sedikit terkejut.
“iya sore ini, tapi ya kalo memang gak bisa dateng yaudah. Tapi gue harap lo bisa!” jawab Bilda dengan suara rendah.
Feny bingung bukan kepalang, apakah dia harus memilih Bilda atau Ardha. Dia hanya menunduk seperti orang melakukan kesalahan. Suara bel masuk sudah berbunyi. Bilda mengajak Feny masuk ke kelas.
**
Ardha adalah pacarnya Feny yang seorang Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Jakarta. Ardha dan Feny berpacaran hampir 3 tahun yaitu sejak Feny kelas 2 SMP dan Ardha kelas 1 SMA. Mereka selalu kompak dan jarang banget berantem. Ardha adalah tipe cowo yang romantis, perhatian, dan tampan. Teman-teman mereka menjuluki mereka Romeo dan Juliet. Pulang pergi sekolah Feny selalu dianterin Ardha.
Bilda tahu kalau Feny dan Ardha berpacaran karena Feny sering cerita. Bilda sering menampakkan muka cemberut setiap melihat Feny dan Ardha sedang berpacaran. Tetapi Feny tidak terlalu menanggapinya, malah dia menganggapnya lucu saat melihat Bilda sedang cemberut.
**
“mana nih Feny kok belum dateng, mana bentar lagi pertandingannya dimulai” ucap Bilda dengan nada cemas. Bilda yang memakai baju kaos olahraga grup basket warna merah pendek dan rambut yang dikucir membuat sifat tomboinya makin terlihat. Sesekali dia mengusap keringat di kening dan lehernya saat pemanasan. “Prriiiiiiiiiiit....” suara pluit berbunyi menandakan pertandingan akan dimulai. Bilda tampak tidak bersemangat. Sesekali dia melihat kearah penonton dan dia tidak sama sekali melihat Feny. Skor berakhir dengan 52-55. SMA Mandiri menang. Suara riuh penonton memenuhi area lapangan. Grup SMA Harapan kalah. Semuanya tampak lesu tak terkecuali Bilda.
“Ardha, ayo temenin aku sebentar ke SMA Mandiri, hari ini Bilda tanding Basket” pinta Feny kepada Ardha.
“Okee, let’s go sayang” jawab Ardha.
Feny tiba di lapangan SMA Mandiri. Lapangan tersebut tampak sepi. Jam memang telah menunjukan jam 17.00 WIB sedangkan pertandingan basket dimulai pukul 15.00 WIB. Feny merasa sangat bersalah, dia memukul-mukuli dirinya sendiri. Ardha mencoba menenangkan Feny. Feny menelpon Bilda beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban. Feny menangis, ia tahu pasti Bilda marah kepadanya.
**
Seesok harinya disekolah, Feny menegur Bilda. “Bil.. maafin gue. Gue dateng kok kemaren sama Ardha ke tempat pertandingan lo, tapi pas gue liat udah sepi. maafin gue Bil” ucap Feny dengan nada hampir menangis. Anak-anak satu kelas melihat mereka heran. Bilda hanya diam dan memalingkan muka. Dia pindah tempat duduk ke bangku yang paling depan. Feny gak kuat menahan tangisnya. Kemudian dia mengusapnya saat bel masuk telah berbunyi.
“Gue gak marah fen, gue gak pernah bisa marah sama lo. Gue sayang sama lo” ucap Bilda dalam hati. Selama perjalanan berlangsung, Bilda terus menunduk dan membolak balik buku, mencoret-coret bukunya tidak karuan. Kebetulan Guru Kimia kelas mereka tidak datang, jadi para siswa hanya disuruh mengerjakan tugas. Di salah satu buku tulis Bilda, Bilda menggambar sebuah gambar dua orang cewe yang saling berpegangan tangan di sebuah taman dan dibawahnya tertulis B&F. Teman disebelah Bilda yang tak sengaja melihat Bilda menggambar, langsung menarik buku yang sedang digambar oleh Bilda.
“Wooy kawan-kawan liat nih gambar! Romantis banget tau nggak! mana ada tulisan B&F nya. Siapa lagi kalo bukan Bilda dan Feny! Bilda suka sama Feny woy. Bilda LESBY” teriak Oliv teman sebangku Bilda berlari kedepan kelas. Suara di kelas langsung riuh.Beberapa dari mereka menyoraki Bilda. Bilda terlihat panik, dia berlari ke arah Oliv lalu keluar kelas dan mengambil buku yang dipegang Oliv. “Huuuuuhhhh.... “ teriak anak-anak dalam kelas. Feny yang daritadi melihat kejadian di depan kelas tak dapat berbicara. Feny keluar menyusul Bilda.
**
Di halaman belakang sekolah, Feny menemukan Bilda duduk di kursi yang berada di bawah pohon. Feny duduk disebelah Bilda agak berjauhan. “Bil, yang tadi gak bener kan? F itu bukan gue kan?” tanya Feny dengan suara rendah menatap Bilda yang sedang menunduk.
“kalo bener kenapa? lo mau nyorakin gue juga” jawab Bilda dengan nada ketus. Feny terdiam sejenak. “tapi gak mungkin Bil, kita kan sahabat, kita sama-sama cewe gak mungkin lo bisa suka sama gue” jawab Feny. Bilda berdiri lalu menghadap Feny.
“Oke sekarang gue jujur, gue......... gue emang suka sama lo Fen! bukan suka lagi, tapi gue sayang sama lo! Gue gak tau kenapa bisa kayak gini, yang pasti setiap gue liat lo sama Ardha gue cemburu, gue kesel! Baru kali ini gue suka sama seseorang, dan gak tau kenapa gue sukanya sama lo Fen. Maafin gue...” ucap Bilda sambil menahan tangisnya dan memegang tangan Feny. Feny terdiam. Feny gak menyangka Bilda mempunyai perasaan itu kepadanya.
“Bilda, lo gila ya? kita cewe Bil. Kita sahabatan. Lo itu sudah gue anggap kakak gue sendiri. Beneran gue speechless denger lo bilang kayak tadi. Mulai sekarang gue gak mau kenal sama lo lagi.Gue benci sama lo. Gue benci..............” ucap Feny dengan terisak dan air mata yang mengalir di pipinya. Feny berlari menuju ke kelasnya dan meninggalkan Bilda sendirian.
“Feny........... maafin gue” teriak Bilda berharap Feny mendengar.
**
Sejak kejadian 2 bulan lalu, Feny dan Bilda tidak pernah lagi tampak berduaan. Feny sekarang berteman dengan Oliv dan Yayan sedangkan Bilda tampak selalu sendirian. Cinta membutakan hati Bilda. Semua yang dulu dekat dengannya sekarang menjauh darinya. Kabar Bilda menyukai Feny sudah terdengar di seluruh pelosok sekolah. Bilda sering dicemooh oleh teman-teman satu sekolahnya. Bilda stress. Dia memutuskan untuk pindah sekolah dan melupakan semua kenangannya bersama Feny di SMA Harapan ini
**



You Might Also Like

0 komentar