Ramadhona,C.1994.

"Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri" - J.K. Rowling

Latest Posts

Buat Mereka Bangga

By 23.48


23 Sept 2013
Pagi yang cerah
untuk mimpi yang indah
ku bangun dari tidurku
matahari indah menyapaku
Terima kasih Tuhan untuk hidup yang Engkau berikan pagi ini
semoga masih ku nikmati nafas ini hingga malam nanti dan esok hari.........


            Bella beranjak dari tidurnya. Buku yang berserakan di kasur dan lantai tak dihiraukannya. Jam menunjukkan pukul 05.30 WIB. Bella menuju kamar mandi mengambil wudhu untuk mengerjakan sholat Subuh. Hari Sabtu adalah hari weekend, Bella sengaja bangun pagi karena ada janji sama ayahnya mau jogging di kompleks rumah.
“Bella, udah siap belum? Ayah tunggu di teras ya!” teriak Ayah Yasmin dari lantai bawah.
“iya yah bentar lagi, Bella beres-beres kamar dulu” jawab Bella

            Bella adalah anak tunggal. Dia hidup di keluarga yang cukup berada. Ayah dan Ibunya adalah pegawai perusahaan ternama di Jakarta. Sudah barang tentu orangtua Bella tidak banyak menghabiskan waktu di rumah, sehingga Bella sering merasakan sepi. Bella sengaja membuat janji dengan ayahnya, agar dia mempunyai sedikit waktu untuk bercerita dengan ayahnya.
“ayo yah kita capcuss, buk kami jogging dulu ya” ucap Bela sambil menyalami ibunya.
“iya hati-hati ya sayang” jawab ibu Bella yang berada didekat pintu.
**
            Disepanjang perjalanan jogging, ayah dan Bella bercanda tiada henti, seolah-olah jiwa disekeliling mereka larut dalam canda kedua anak manusia tersebut  Bella sudah lama tidak merasakan kebahagiaan ini sebelumnya.
“Ayaah, udah lama ya kita gak jogging kayak gini, Bella kangen” ucap Bella agak malu-malu.
“Iya ayah juga kangen nak, maaf ya ayah terlalu sibuk jadi gak banyak waktu buat Bella” jawab ayah.
“iya yah gakpapa, Bella ngerti kok” ucap Bella sambil tersenyum
            Bella dan Ayah istirahat sejenak di taman kompleks, mereka melihat ada tukang bubur ayam di samping tempat mereka beristirahat, lalu ayah memesan dua mangkuk bubur kepada si penjual. Bella daritadi memasati ayahnya dari samping, rambut ayahnya terlihat memutih, matanya tampak lesu, tidak terlihat lagi kewibawaan dari dalam dirinya, mungkin beliau terlalu capek bekerja atau memang usianya yang sudah mendekati lanjut, jadi sudah terlihat banyak perubahan dalam dirinya. Bella menundukkan kepala, ia hanya merenungi apa yang dilihatnya.
“bubur ayamnya enak ya yah hehe” ujar Bella sambil tertawa kecil
“iya enak nak, udah lama juga gak makan bubur ayam” jawab Ayah
            Bella sangat bahagia bisa melihat senyum yang terukir di wajah ayahnya. Dia menyadari jika dia sudah dewasa sekarang, dia tidak berhak lagi untuk bermanja-manja dengan ayahnya. Bella sudah cukup kuat berdiri sendiri tanpa bantuan orangtuanya.
“ayah, Bella mau kerja boleh nggak?” ujar Bella agak sedikit takut
“kerja? kamu gak mau kuliah nak?” jawab Ayah agak sedikit terkejut
“iya yah Bella mau kuliah tapi mau pake uang Bella sendiri, makanya Bella mau kerja, lagian Bella udah gede, udah bisa mandiri” ucap Bella sambil berharap Ayahnya mengizinkannya
“Ya tapi.....” jawab ayah ragu-ragu
“tenang aja yah, Bella akan baik-baik aja kok” ucap Bella sambil tersenyum simpul.
            Bella menyadari pemikirannya sudah cukup dewasa tentang kehidupan, dengan melihat kerja keras kedua orang tuanya, melihat fisik yang sudah tidak lagi muda, Bella berjanji suatu saat akan membanggakan kedua orangtuanya dengan cara Bella sendiri.
**
            “Buk, yah hari ini perpisahan sekolah Bella ntar dateng ya, awas kalo gak dateng” ucap Bella sambil merapikan pakaian kebayanya.
“Waduh anak ibu cantik banget, Iya insyaallah ibu dan ayah dateng kok” ucap ibuk sambil merapikan dasi ayah.
“Oke, Bella pergi dulu ya buk yah, assalamualaikkum” ucap Bella sambil bersalaman dengan kedua orang tuanya.
            Akhirnya Bella sudah sampai di sekolah, tenda yang besar di lapangan basket depan sekolah menyudutkan perhatiannya. Dekorasi yang dipenuhi kupu-kupu kertas membuatnya semakin deg-degan untuk tampil disana.
“Hey Bell, gimana persiapan puisnya? Semoga sukses ya, doa kami menyertaimu. Buat bangga sekolah ini dengan prestasimu” ucap teman-teman Bella yang menemui Bella di ruangan kelas.
“Iya aku siap kok, makasih ya teman-teman buat doanya” ucap Bella sambil tersenyum.
            Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 11.00 WIB, lapangan basket yang berubah jadi tenda besar dan kursi-kursi yang disediakan orangtua murid telah penuh. Bella melambaikan tangan kepada ibu dan ayahny yang berada di kursi kedua dari depan.
“Bella cantik banget ya yah” ucap ibu Bella kepada ayah.
“Iya buk, siapa dulu dong anak ayah heheh” ujar ayah sambil tertawa kecil.
            Master of ceremonytelah membuka acara perpisahan itu dengan khidmat. Adik-adik tingkat Bella telah menampilkan berbagai kreatifitas mulai dari menyanyi dan menari. Dan untuk penampilan terakhir Bella tegak di panggung yang berada di depan tenda besar, membacakan puisi dengan nuraninya
Aku mungkin seorang anak manja dalam pemikiran sebagian orang
Aku mungkin seorang anak perempuan yang tak lebih dari anak yang tergantung dengan kehidupan orang tua
Tapi aku tetap aku
Yang akan mencoba keluar dari kotak kecil keluargaku
Hidup sebagaimana orang bilang
Hidup ini keras, Hidup ini tak semudah membolak-balikkan telapak tangan
Tapi ku berjanji
Akan ku genggam dunia ini bersama kalian
Teman-temanku seperjuangan
Riuk pikuk tepuk tangan membanjiri tenda besar itu, berbagai pujian dari penjuru tenda pun riuh. Bella tersenyum simpul, dia tak menyangka akan setenang itu membaca puisi dan disambut dengan penuh keriuhan.
“yah, ibuk bangga banget sama Bella, ibuk gak nyangka dia bisa baca puisi seindah itu” ucap ibu Bella terharu.
“Iya, ayah juga bangga buk, putri ayah ternyata bisa membahagiakan semua orang dengan puisinya” ucap ayah Bella juga terharu.
            Bella memeluk kedua orang tuanya, tangispun tak mampu dibendungnya. Ayah dan Ibu mengecup kening Bella.
“Makasih ibu ayah udah membesarkan Bella dengan penuh kasih sayang, izinkan Bella membahagiakan ibu dan ayah dengan cara Bella sendiri. Bella akan jadi anak yang lebih membanggakan dari ini, doain Bella terus ya buk yah” ucap Bella sambil menahan tangisnya.

You Might Also Like

0 komentar