Ramadhona,C.1994.

"Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri" - J.K. Rowling

Latest Posts

Jilbabku :')

By 02.33


Jilbabku
terimakasih telah menjagaku
dari tingkah dan lisan yang malu
Jilbabku
terimakasih telah melindungiku
dari pandangan mata-mata yang garu

Tak terasa sudah hampir setahun ini Putri memakai jilbab. Ia sangat bangga mengenakan jilbab ini karena banyak perubahan yang dialaminya selama memakai jilbab. Putri yang telah beranjak semester 3ini sangat bersyukur karena didekatkan pada teman-teman yang insyaallah shalehah dan baik hati. Teman-teman Putri lah yang telah mengantarkan Putri menjadi sosok yang begitu anggun seperti sekarang.
Putri hampir menitikkan air mata saat menulis di diary-nya, ia sangat bersyukur pada Tuhan yang telah menegurnya saat dunia sudah semakin terpuruk dengan gemerlap huru-hara.
“Putri ada yang mencarimu nak, ayo cepat turun” teriak mama Putri dari lantai bawah.
Putri bergegas megusap air matanya dengan tissue, ia segera menuruni tangga dan menyapa mamanya,
“siapa ma? Febi ya?” tanya Putri.
“Bukan nak, coba liat aja dia nunggu depan teras, mama mau buat minum dulu” jawab mama Putri.
Putri segera membuka pintu dan ia terkejut melihat sosok yang duduk di bangku teras rumahnya.
“Kak Dany? Nga..ngapain kakak kesini?” ucap Putri dengan nada suara terbata-bata.
Dany adalah mantan pacar Putri sekaligus kakak tingkat Putri waktu di SMA. Putri sangat shock dengan kehadiran Dany kerumahnya. Putri tidak menyangka Dany masih mengingatnya padahal mereka telah berpisah 2 tahun yang lalu. Mereka memang pernah berpacaran tapi dulu waktu SMA waktu Putri belum memakai jilbab.
“Maaf put, kakak gak bilang lagi mau kesini, kakak mau ngomong sesuatu yang penting sama Putri.” ucap Dany yang telah beranjak dari bangkunya menghampiri Putri yang berdiri di depan pintu.
Putri menundukkan pandangannya, ia tahu kalau lelaki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh berpandangan mata. Putri yang memakai jilbab pink panjang yang menutupi dadanya dan memakai gamis panjang berwarna coklat terlihat begitu anggun dan sempat menyita perhatian Dany.
“Put, kamu tambah cantik, sejak kapan kamu pakai jilbab?” ucap Dany sambil melihat Putri terkesima.
Putri yang terlihat gugup segera duduk di bangku depan teras rumahnya, ia tidak mau Dany terlalu lama menatapnya.
“Maaf kak, memang apa lagi yang perlu dibicarakan, kita sekarang kan gak ada hubungan apa-apa lagi? Iya Putri udah setahun yang lalu pake jilbab” ucap Putri merangkum semua pertanyaan Dany yang disodorkannya tadi.
“hmmm... kakak mau bilang, sebenarnya apa yang menjadi alasan Putri memutuskan hubungan kita, kakak merasa gak pernah sama sekali menyakiti hati Putri, jujur kakak begitu kehilangan kamu Put, kamu....” ucap Dany yang memotong ucapannya karna kehadiran mama Putri yang mengantarkan minuman.
“ehh maaf ya ibu ganggu, ini di minum sirupnya” ucap mama Putri sambil menyodorkan minuman di atas meja.
“Put, kenapa gak ngobrol di dalam aja, diluar panas loh kasian teman kamu” ucap mama Putri sambil melihat ke arah Putri.
Dany beranjak dari bangkunya dan menyalami tangan mama Putri,
“gak usah tante, Dany juga gak lama kok ngobrol sama Putri” jawab Dany sambil tersenyum.
“ohh yaudah, diminum ya sirupnya” ucap mama Putri.
“iya tante, maaf ngrepotin sebelumnya” jawab Dany.
Mama Putri meninggalkan teras dan masuk lagi ke dalam rumah. Putri masih kelihatan gugup daritadi, ia mencoba membuka pembicaraan.
“Maaf kak, Putri harap kakak gak akan pernah lagi mengunjungi Putri, dalam agama kita kan sudah diajarkan kita gak boleh mendekati zina dan pacaran itu adalah hal yang mendekati zina” jawab Putri dengan mata berkaca-kaca.
“Tapi put, kakak kan gak pernah sama sekali menyentuh apalagi memegang Putri, itu sangat kakak jaga put” ucap Dany meyakinkan Putri.
“Sudah kak, cukup. Putri harap kakak ngerti, dan Putri juga berharap silaturahmi kita tetap terjaga tanpa harus berpacaran” jawab Putri.
“Oke kalo Putri maunya gitu, kakak permisi. assalamualaikum” ucap Dany sambil beranjak dari bangku dan meninggalkan Putri dengan mata berkaca-kaca.

Putri hanya terdiam. Pipinya basah. Ia tidak menyangka perkataannya menyakiti hati Dany. Ia beranjak masuk kedalam rumah dan berlari menuju kamarnya. Mama Putri menghampiri Putri dan memeluknya.
“Ma, Putri gak salah kan ngomong kayak gitu dengan kak Dany, pacaran itu emang gak dibolehin kan ma?” ucap Putri dengan tangis yang tesedu-sedu.
“Iya sayang, Putri gak salah kok, mungkin Dany hanya belum bisa menerima keadaan. Dan sekarang Putri gak usah mikir yang nggak-nggak lagi ya, Putri harus melangkah, masa depan Putri masih panjang” ucap Mama Putri menenangkan hati Putri.
“Iya ma, Putri gak sedih lagi kok, mama benar masa depan Putri masih panjang, masih banyak yang harus Putri perbuat,  makasih ya ma” jawab Putri mengusap air matanya dan memeluk mamanya erat.

kita sudah sama-sama dewasa
dan sudah punya jalan hidup masing-masing
jodoh sudah Tuhan yang tentukan
dengan pertemuan yang akan berujung indah

You Might Also Like

0 komentar