Jilbabku :')
Jilbabku
terimakasih
telah menjagaku
dari
tingkah dan lisan yang malu
Jilbabku
terimakasih
telah melindungiku
dari
pandangan mata-mata yang garu
Tak
terasa sudah hampir setahun ini Putri memakai jilbab. Ia sangat bangga
mengenakan jilbab ini karena banyak perubahan yang dialaminya selama memakai
jilbab. Putri yang telah beranjak semester 3ini sangat bersyukur karena
didekatkan pada teman-teman yang insyaallah
shalehah dan baik hati. Teman-teman Putri lah yang telah mengantarkan Putri
menjadi sosok yang begitu anggun seperti sekarang.
Putri
hampir menitikkan air mata saat menulis di diary-nya, ia sangat bersyukur pada
Tuhan yang telah menegurnya saat dunia sudah semakin terpuruk dengan gemerlap
huru-hara.
“Putri ada yang mencarimu
nak, ayo cepat turun” teriak mama Putri dari lantai bawah.
Putri bergegas megusap air
matanya dengan tissue, ia segera menuruni tangga dan menyapa mamanya,
“siapa ma? Febi ya?” tanya
Putri.
“Bukan nak, coba liat aja
dia nunggu depan teras, mama mau buat minum dulu” jawab mama Putri.
Putri
segera membuka pintu dan ia terkejut melihat sosok yang duduk di bangku teras
rumahnya.
“Kak Dany? Nga..ngapain
kakak kesini?” ucap Putri dengan nada suara terbata-bata.
Dany
adalah mantan pacar Putri sekaligus kakak tingkat Putri waktu di SMA. Putri
sangat shock dengan kehadiran Dany kerumahnya. Putri tidak menyangka Dany masih
mengingatnya padahal mereka telah berpisah 2 tahun yang lalu. Mereka memang
pernah berpacaran tapi dulu waktu SMA waktu Putri belum memakai jilbab.
“Maaf put, kakak gak
bilang lagi mau kesini, kakak mau ngomong sesuatu yang penting sama Putri.”
ucap Dany yang telah beranjak dari bangkunya menghampiri Putri yang berdiri di
depan pintu.
Putri
menundukkan pandangannya, ia tahu kalau lelaki dan perempuan yang bukan muhrim
tidak boleh berpandangan mata. Putri yang memakai jilbab pink panjang yang
menutupi dadanya dan memakai gamis panjang berwarna coklat terlihat begitu
anggun dan sempat menyita perhatian Dany.
“Put, kamu tambah cantik,
sejak kapan kamu pakai jilbab?” ucap Dany sambil melihat Putri terkesima.
Putri
yang terlihat gugup segera duduk di bangku depan teras rumahnya, ia tidak mau
Dany terlalu lama menatapnya.
“Maaf kak, memang apa lagi
yang perlu dibicarakan, kita sekarang kan gak ada hubungan apa-apa lagi? Iya
Putri udah setahun yang lalu pake jilbab” ucap Putri merangkum semua pertanyaan
Dany yang disodorkannya tadi.
“hmmm... kakak mau bilang,
sebenarnya apa yang menjadi alasan Putri memutuskan hubungan kita, kakak merasa
gak pernah sama sekali menyakiti hati Putri, jujur kakak begitu kehilangan kamu
Put, kamu....” ucap Dany yang memotong ucapannya karna kehadiran mama Putri
yang mengantarkan minuman.
“ehh maaf ya ibu ganggu,
ini di minum sirupnya” ucap mama Putri sambil menyodorkan minuman di atas meja.
“Put, kenapa gak ngobrol
di dalam aja, diluar panas loh kasian teman kamu” ucap mama Putri sambil
melihat ke arah Putri.
Dany beranjak dari
bangkunya dan menyalami tangan mama Putri,
“gak usah tante, Dany juga
gak lama kok ngobrol sama Putri” jawab Dany sambil tersenyum.
“ohh yaudah, diminum ya
sirupnya” ucap mama Putri.
“iya tante, maaf ngrepotin
sebelumnya” jawab Dany.
Mama
Putri meninggalkan teras dan masuk lagi ke dalam rumah. Putri masih kelihatan gugup
daritadi, ia mencoba membuka pembicaraan.
“Maaf kak, Putri harap
kakak gak akan pernah lagi mengunjungi Putri, dalam agama kita kan sudah
diajarkan kita gak boleh mendekati zina dan pacaran itu adalah hal yang mendekati
zina” jawab Putri dengan mata berkaca-kaca.
“Tapi put, kakak kan gak
pernah sama sekali menyentuh apalagi memegang Putri, itu sangat kakak jaga put”
ucap Dany meyakinkan Putri.
“Sudah kak, cukup. Putri
harap kakak ngerti, dan Putri juga berharap silaturahmi kita tetap terjaga
tanpa harus berpacaran” jawab Putri.
“Oke kalo Putri maunya gitu,
kakak permisi. assalamualaikum” ucap Dany sambil beranjak dari bangku dan
meninggalkan Putri dengan mata berkaca-kaca.
Putri
hanya terdiam. Pipinya basah. Ia tidak menyangka perkataannya menyakiti hati
Dany. Ia beranjak masuk kedalam rumah dan berlari menuju kamarnya. Mama Putri
menghampiri Putri dan memeluknya.
“Ma, Putri gak salah kan
ngomong kayak gitu dengan kak Dany, pacaran itu emang gak dibolehin kan ma?”
ucap Putri dengan tangis yang tesedu-sedu.
“Iya sayang, Putri gak
salah kok, mungkin Dany hanya belum bisa menerima keadaan. Dan sekarang Putri
gak usah mikir yang nggak-nggak lagi ya, Putri harus melangkah, masa depan
Putri masih panjang” ucap Mama Putri menenangkan hati Putri.
“Iya ma, Putri gak sedih
lagi kok, mama benar masa depan Putri masih panjang, masih banyak yang harus
Putri perbuat, makasih ya ma” jawab
Putri mengusap air matanya dan memeluk mamanya erat.
kita
sudah sama-sama dewasa
dan
sudah punya jalan hidup masing-masing
jodoh
sudah Tuhan yang tentukan
dengan
pertemuan yang akan berujung indah
0 komentar